Rabu, 16 Februari 2011

INSTALASI PIPA AIR LAUT KAPAL

Gambar 1. Diagram sistem air laut
Keterangan
1. Katup kingston 11. Pipa utama
2. Pompa centrifugal 12. Reduction valve
3. Pompa tangan 13. Stop valve
4. Pipa utama 14. Service connection
5. Tangki dinas 15. Stop valve
6. Pipa pembagi 16. Hose
7. Tempat-tempat penggunaan 17. Pancuran
8. Pipa limpah 18. Pipa air cuci
9. Katup test 19. Pipa udara
10. Fire main 20. Heating coil

Air laut dihisap melalui katup kingston (1) di pompa centrifugal (2) atau pompa tangan dan dialirkan pipa (4) menuju tangki dinas (5) dan dari tangki dinas tersebut mengalir secara gravitasi melalui pipa-pipa pembagi (6) dan menuju ke tempat-tempat penggunaan (7). Tangki dinas (5) dihubungkan dengan udara luar dengan pipa-pipa udara (19) di samping itu tangki dinas (5) mempunyai pipa limbah (8) yang berguna untuk mengeluarkan air kelebihan ke luar kapal.
Gambar 2. Diagram cara kerja otomatis sistem air laut
Keterangan
1. Pompa tangan 9. Tempat-tempat penggunaan
2. Pompa centrifugal 10. Pipa pemasukan udara
3. Tangan pneumatic 11. Stop valve
4. Udara 12. Katup
5. Pressure relay 13. Non return valve
6. Aliran listrik 14. Katup pengeringan
7. Mesin listrik 15. Disconnecting valve
8. Pipa pembagi 16. Disconnecting valve

Air dimasukkan dengan pompa (1) yang digerakkan oleh motor (7) melalui katup (12) dan non return valve (13) masuk ke dalam tangki pneumatic (3). Pada waktu permukaan air di dalam tangki naik, tekanan udara di dalamnya juga akan naik, dan sebuah bantalan udara akan terbentuk. Pada suatu tekanan yang tertentu yang diberikan oleh bantalan udara, pressure relay (5) akan mematikan mesin listrik (7) sehingga menghentikan pemasukan air ke dalam tangki.
Kemudian oleh aksi dari tekanan di dalam bantalan udara, air dialirkan melalui pipa (8) ke tempat-tempat penggunaannya (9). Bilamana air dipergunakan didalam tangki turun, dan bilamana tekanan mencapai suatu harga yang tertentu, pressure relay (5) menjalankan motor listrik (7) lagi, melalui aliran listrik (6) dan pompa (2) mulai memasukkan air lagi ke dalam pneumatic tank.
Pompa centrifugal dapat dipisahkan dari sistem ini dengan ketentuan disconnecting valve (katup-katup yang dapat memisahkan bagian-bagian) (15). Tangki diperlengkapi dengan disconnecting valve (16) dan katup pengeringan (14), dan diganti dengan udara melalui pipa (10) dan katup penutup
KAPAL CONTAINER
NAMA KAPAL = MV. QUEEN OLIVIA
METODE SCHEELTHEMA
PERANCANG DWI WINANTO HARI FANTIO
LPP = 92.00 M
B     = 16.05 M
T     =  5.50  M
H     =  7.80  M
Cb   =  0.75 


1. LINESPLAN adalah garis- garis yang direncanakan untuk membuat sebuah bangunan.







2.SHEEL EXPANSION adalah bukaan kulit dari kapal untuk mengetahui konstruksi kapal dan  gading - gading kapal dan berguna juga untuk reparasi kapal.








 3.HIDROSTATIC  adalah garis air yang berada dibawah water line kapal






 BONJEAN lengkungan - lengkungan yang menunjukan luasan per section kapal






4.FLOOD ABLE adalah diagram kebocoran kapal


  

5.GENERAL ARRANGEMENT adalah rencana umum dari desain kapal


Masih akan melanjut ke gambar - gambar selanjutnya....T3 PROFIL,TR4.TR5...
salam suksess...!

BANGUNAN KAPAL I

TARUNA mampu menjelaskan istilah ukuran-ukuran utama, bentuk dan koefisien bentuk badan kapal maupun bagiannya, menjelaskan rencana garis dan hubungan bagian-bagiannya (body plan, waterline, buttock line), membuat perhitungan hidrostatik, Bonjean dan kapasitas, menghitung tonase kapal berdasarkan International Convention on Tonnage Measurement of Ships 1969, menghitung lambung timbul kapal berdasarkan International Load Line Convention 1960, menghitung panjang kebocoran untuk kapal penumpang berdasarkan SOLAS 1974



Materi pokok :istilah ukuran-ukuran utama, bentuk dan koefisien bentuk badan kapal maupun bagiannyarencana garis dan hubungan bagian-bagiannya (body plan, waterline, buttock line), konsep-konsep dasar kurva hidrostatik dan Bonjean, metode integrasi numerik dan penerapannya dalam perhitungan hidrostatik, Bonjean dan kapasitas, konsep tonase kapalInternational Convention on Tonnage Measurement of Ships 1969 dan perhitungannya, konsep lambung timbul, International Load Line Convention 1960 dan Peraturan Garis Muat Indonesia dan perhitungannya, konsep panjang kebocoran, peraturan SOLAS 1974 Chapter II-1 Part B – Subdivision and stability, Reg. 25, 26, 27, 28, 29, mengenai subdivision and stability untuk kapal penumpang dan perhitungannya.

ilmu bangguna kapal

UKURAN POKOK SEBUAH KAPAL TERDIRI DARI

1. UKURAN MEMBUJUR/MEMANJANG (LONGITUDINAL)
2. UKURAN MELINTANG / MELEBAR (TRANSVERZAL )



BEBERAPA PENGERTIAN ISTILAH UNTUK KAPAL :
1. PANJANG : Jarak membujur sebuah kapal dalam meter pada sarat muat musim panas Yang dihitung dari bagian depan linggi haluan sampai sisi belakang poros kemudi atau tengah- tengah cagak kemudi pada kapal yang tidak memiliki poros kemudi .Panjang ini tidak kurang dari 96 % dan tak lebih dari 97 % panjang pada sarat musim panas maksimum dan merupakan panjang yang ditentukan oleh biro klasifikasi dimana kapal tersebut dikeluarkan.
2. LEBAR : Ialah lebar kulit kapal bagian dalam terbesar yang diukur dari bagian sebelah dalam kulit kapal. Lebar ini juga merupakan lebar menurut ketentuan biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan.
3. DALAM : Ialah jarak tegak yang dinyatakan dalam meter pada pertengahan panjang kapal diukur dari bagian atas lumas sampai bagian atas balok geladak dari geladak jalan terus teratas
4. TENGAH-TENGAH KAPAL : Ialah Pertengahan panjang Yang diukur dari bagian depan linggi haluan
5. Lebar terdaftar ( Registered Breadth )Ialah Lebar seperti yang tertera di dalam sertifikat kapal itu. Panjangnya sama dengan lebar dalam ( Moulded Breadth )
6. Lebar Tonase ( Tonnage Breadth )Ialah Lebar sebuah kapal dari bagian dalam wilah keringat lambung yang satu sampai ke bagian dalam wilah keringat lambung lainnya, diukur pada lebar terbesar dan sejajar lunas
7. Dalam(Depth):
Ialah jarak tegak diukur dari titik terendah badan kapal sampai ke titik di geladak lambung bebas tersebut . Jarak ini merupakan dalam menurut Biro Klasifikasi dimana kapal tersebut dikelaskan .
8. Dalam tonnase Ialah Dalam yang di hitung mulai dari alas dasar dalam sampai geladak lambung



UKURAN TEGAK ( VERTIKAL :
1. Sarat Kapal Ialah Jarak tegak yang diukur dari titik terendah badan kapal sampai garis air. Jarak ini sering di istilahkan dengan sarat moulded.
2. Lambung bebas (Free Board ) : Ialah jarak tegak dari garis air sampai geladak lambung bebas atau garis deck ( Deck Line )




PENGERTIAN TONASE :
Kapal ialah sebuah benda terapung yang digunakan untuk sarana pengangkutan di atas air.
Besar kecilnya kapal dinyatakan dalam ukuran memanjang, membujur, melebar, melintang, tegak, dalam dan ukuran isi maupun berat.
Guna dari ukuran – ukuran ini untuk mengetahui besar kecilnya sebuah kapal, besar kecilnya daya angkut kapal tersebut dan besarnya bea yang akan dikeluarkan.



TONASE SEBUAH KAPAL DAPAT DIPERINCI Sbb :
1. Isi kotor ( Gross Tonnage) GT
2. Isi kotor besarnya tertera di sertifikat kapal itu, Isi kotor merupakan jumlah
3. Isi ruangan di bawah geladak ukur atau geladak tonase
4. Isi ruangan / tempat – tempat antara geladak kedua dan geladak atas
5. Isi ruangan – ruangan yang tertutup secara permanen pada geladak atas atau geladak di atasnya
6. Isi dari ambang palka (1/2 % dari BRT kapal )
7. Isi atau volume ruangan di bawah geladak ukur mengandung pengertian volume dari ruangan - ruangan yang dibatasi oleh :
8. Disebelah atas oleh geladak jalan terus paling atas
9. Di sebelah bawah oleh bagian atas dari lajur dasar dalam.
10. Di sebelah samping oleh bagian sebelah dalam gading – gading.
DISPLACEMENT = Berat Benaman Jumlah berat kapal dan segalanya yang ada pada kapal tersebut dan di nyatakan dalam Longton
LOADED DISPLACEMENT = Berat Benaman dimuati Penuh Jumlah berat kapal dan semuanya yang ada pada kapal tersebut pada saat kapal tersebut dimuati sampai mencapai sarat maximum yang diijinkan .
LIGHT DISPLACEMENT = Berat Benaman Kapal Kosong Jumlah berat kapal dan semuanya yang ada pada kapal tersebut pada saat kapal kosong tanpa muatan
VOLUME OF DISPLACEMENT= Isi Benaman
Jumlah berat kapal dan semuanya yang ada pada kapal tersebut pada saat kapal kosong tanpa muatan
DEAD WEIGT TONNAGE ( DWT = daya angkut / muat kapal )Selisih antara Loaded Displacement – Light Displacement

CARGO DWT = Cargo Carrying Capasity Kemampuan kapal untuk mengangkut muatan ( Jumlah muatan yang bisa di bawa )
BALE CAPASITY Volume ruang muat, dinyatakan dalam kaki kubik, dimana kapasitas ini untuk muatan general cargo
GRAIN CAPASITYVolume ruang muat, dinyatakan dalam kaki kubik, dimana kapasitas ini untuk muatan curah ( Beras, Biji Besi , dll )
GRT ( GROSS TONNAGE = Brutto Register Ton =BRT )Volume atau isi sebuah kapal dikurangi dengan isi sejumlah ruangan tertentu untuk keamanan kapal ( deducted spaces )
NRT ( NET TONNAGE = Netto Register Ton = Isi Bersih )Volume atau isi sebuah kapal dikurangi dengan jumlah isi ruangan – ruangan yang tidak dapat di pakai untuki mengangkut muatan .

TONNAGE PERLENGKAPAN ( Equipment tonnage )Tonase yang diperlukan oleh Biro Klasifikasi untuk menentukan ukuran dan kekuatan alat – alat labuh, seperti jangkar, rantai jangkar, derek jangkar dan lain – lain.
TONNAGE TENAGA ( Power Tonnage )Berat kapal kotor di tambah PK mesin kapal itu ( BRT + PK Mesin )
MODIFIED TONNAGE adalah Kapal yang mempunyai tonnase yang lebih kecil dari yang seharusnya dimiliki. Untul menjamin keselamatan kapal tersebut terjadilah perubahan di dalam perhitungan tonase kapal tersebut. Perhitungan tonasenya sama dengan kapal yang geladak antaranya tertutup secara permanen


BIRO KLASIFIKASI
BIRO KLASIFIKASI adalah sebuah Badan Hukum dalam bidang jasa yang berusaha dalam pengelasan ( class ) kapal – kapal yang sedang dibangun, sudah dibangun atau yang sedang beroperasi dalam hal yang berkaitan dengan konstruksi badan kapal, mesin kapal, termasuk pesawat bantu ( auxileary engine )
Kegiatan Biro Klasifikasi :
1. Pengetesan peralatan maupun perlengkapan kapal yang ada sangkut pautnya dengan kelas kapal, baik lambung maupun mesin
2. Pengadaan survey – survey pada waktu tertentu atau pada waktu yang diminta seperti survey tahunan, survey kerusakan, dsb.
3. Pemberian sertifikat – sertifikat kelas maupun sertifikat statutory yang sangat berguna untuk kepentingan charter kapal, jual beli dan asuransi kapal, dsb.
Biro Klasifikasi Indonesia
Suatu Badan Hukum yang dimodali oleh Pemerintah dengan bentuk Perum yang dikelola oleh Manajemen tersendiri.
Sesuai dengan SK MenHubLa RI no. Th. 1/17/1 tertanggal 26 september 1964, tugas BKI adalah :
1. Mengelaskan kapal – kapal yang dibangun di bawah pengawasan BKI baik selama pembuatannya maupun setelah beroperasi.
2. Berwenang untuk menetapkan dan memberikan tanda – tanda lambung timbul pada kapal – kapal tersebut.
3. Mengeluarkan sertifikat garis muat pada kapal – kapal berbendera Nasional yang dikeluarkan pada BKI

Tanda – tanda Kelas Pada BKI
Untuk Lambung - Kelas Tertinggi A 100 1 - Kelas Terendah A 90 II atau Maltese Cross atau Tanda Manggis berarti kapal tersebut dibangun dibawah pengawasan BKI
Angka 1000 berarti pemeliharaan dan konstruksi lambung memenuhi persyaratan dan ketentuan tertinggi BKI
I ; berarti mesin jangkar dan rantai jangkar dan tali muat memenuhi persyaratan BKI
II ; berarti kurang memenuhi persyaratan BKI


Untuk Mesin ,
SM artinya mesin Induk dan Bantu memenuhi pesyaratan BKI.
SM artinya Mesin Induk dan Bantu kurang memenuhi persyaratan
BKI ( kelas terendah )
SM artinya memenuhi persyaratan kelas tertinggi.
Untuk kapal – kapal bukan Samudra di belakang kelasnya di berikan catatan : P = Pelayaran Pantai
L = Pelayaran Lokal
T = Pelayaran Terbatas
Di dalam pengawasan yang dilakukan Biro Klasifikasi hal – hal yang
Diutamakan ialah Hull ( lambung ) dan Machinery ( permesinan )



MERKAH KAMBANGAN
( PLIMSOLL MARK )
Ialah Sebuah tanda pada kedua lambung kapal untuk membatasi sarat maksimum. Tanda ini dibuat dengan maksud agar setiap kapal membatasi berat muatan yang diangkutnya sesuai dengan jenis kapal dan musim yang berlaku di tempat dimana kapal tersebut berlayar
GARIS Dek ( Deck Line )
Garis dek merupakan sebuah garis datar yang sisi atasnya berimpit dengan sisi atas dari geladak lambung bebas ( Free Board Deck ) di
Tengah panjang garis muat kapal.
PENAMPANG MELINTANG & MEMBUJURPenampangsebuah kapal dibedakan atas Penampang Melintang dan Membujur Bentuk dari penampang ini tergantung dari tipe kapal dan kegunaan dari kapal tersebut.
Penampang Melintang adalah Suatu gambaran yang jelas mengenai kaitan antara tipe kapal, sistem kerangka yang digunakan serta perbedaan yang nyata mengenai perkuatan - perkuatan dan jumlahnya pada konstruksi bagian kapal yang mendapat tekanan terbesar yaitu dasar berganda.

banguna kapal

Tunjukan dengan gambar tentang ukuran – ukuran memajang dan membujur sebuak kapal dan beri penjelasan?
Jawab :

Memajang :



  1. L.O. A (Length over all) panjang maksimum kapal dari titik linggi haluan sampai pada titik paling belakan pada linggi buritan.
  2. LBP(length between perpatikuler ) Panjang perpatikuler adalah jarak membujur titik potong linggi haluan dengan garis air (musim panas)
  3. LOLWL(length on board water line) panjang membujur sepanjang garis air(musim panas).


Membujur:

  1. MB(Moulded Breadth)lebar dalam adalah jarak melintang dari tepi dalam plat kulit lambung kanan sampai tepi dalam lambung kiri diukur pada bagian terluar.
  2. EB(Extreme Breadth) lebar terbesar adalah jarak melintang dari luar plat kulit lambung kanan sampai tepi luar palat lambung kiri pada bagian kapal terbesar.
Ukuran dalam(vertikal/tegak )

  1. D(Depht) adalah jarak tegak dari bagian lunas bawah kapal sampai bagian atas geladak dek line
  2. Sarat(d=draft)adalah jarak tegak dari bagian lunas kapal bawah sampai bagian garis air.
  3. Lambung bebas (F=free boad) adalah jarak tegak dari garis air sampai atas geladak atau dek line.

Apa pengertian dari Tonase berikut :

Jawab :

  1. Isi tolak (Displesment) Berat keseluruhan
  2. Bobot Mati ( Dead Weight /DWT)Isi tolak displesment di kurangi dengan kapal kosong (light ship) dan infetaris tetap saja atau dengan kata lain dapat diartiakan bera muatan +BB+air tawar +stores infetaris tidak tetap sehingga kapal tenggelam samap syart maksimum.
  3. Berat Kapal kosong (light ship) Berat kapal seluruh asesorisnya.
Tugas dari biro klasifikasi :
Jawab:

  1. Menetapkan dan menyempurnakan berbagai aturan dan persyaratan bagi konstruksi baguna kapal
  2. Menetapkan atau memberikan klas pada suatu kapal
  3. mengeluarkan Sertifikat bagi kapal
  4. Melakukan pengawasan Pada perbaikan dan docking kapal
  5. Persayratan Sekap Kedap Air Paling depan(sekat pelangaran)

Sekat Pelanggaran Menurut Kententuan solas Harus Cukup Kuat menahan Air agar kapal dapt terapung bila terjadi kebocoran,rusak atau sobek pada bagian haluan kapal dan tetap bisa melanjutkan pelayaran.

Sebutkan Dan Jelaskan Jenis Kelas dan persyaratan Pintu Kedap air Diatas kapal
Jawab.

  1. Jenis pintu yaitu Type berengel dan type geser.kemudian type geser terbagi dua yaitu Type Vertikal dan Type horizontal
  2. Sesuai klasnya dan persyaratannya:
  3. Kelas pertama.Yaitu Type berengsel hanya diperkenakan ditempat geladak yang memiliki bagian terendah yang jarak minimum 7 kaki.
  4. Kelas kedua Type geser Manual Boleh ditempatka diman saja
  5. Kelas ketiga Type geser manual atau power aperated bole ditempakan diamana saja.
Apakah Perbedaan Penataan Lensa dan Ballast
Jawab.

  1. Pompa Lensa digerakan dengan teanga sendiri,dengan tenaga mesin induk atau dengan tenaga manual
  2. Pompa Ballast digerakan denga tenaga sendiri saja dan lebih kuat
  3. Lemari pembagi pipa Pada penataan lensa ada return Valve pada penataan ballast tidak ada.
  4. Ujung pipa hisap pada penataan ballast bentuk melebar tanpa kotak saringan.
  5. Penataan lensa untuk Keselamatan kapal dan penataan ballast Untuk Memperbaiki Keseimbangan kapal.
Bagian mana saja pada Kulit Kapal Yang dipertebal:
Jawab.

  1. bagian yang memerlukan daya tahan terhadpa tekanan yang kuat seperti disekitar lobang Pembuangan
  2. bagian tengah kapal kurang lebih 0,4 LOA masing – masing 0,2 LOA didepan dan belakang center line
  3. Disekitar Lu\bang – lubang ,pintu- pntu pada lambung dan jendela.
Manfaat suatu kapal dikelaskan pada biro klasifikasi :
Jawab.

  1. Mendapatkan Minimum free boart sehingga daya angkut kapal menjadi besar
  2. Memperbesar kepercayaan sipengirim barang tehadap kapalyang mempunyai kelas yang membawa pengaruh terhadap banyaknya muatan yang diangkut.
  3. pembayaran premi atau asuransi lebih sedikit
  4. Lebih Muadah mendapatkan atau mencari awak kapalnya.
Mengapa Center line terowongan poros baling baling tidak jatuh sama denagan center line kapal
Jawab.

  1. Untuk pearawatan agar cukup ruang gerak
  2. Palka yang dilewati lambung dapa dimuati
Sebutkan pihak – pihak yang berkepentingan pada biro klasifikasi kapal
Jawab.

  1. Pemilik kapal Dengan kelayak lautan kapalnya
  2. Pemerintah dengan Keselamatan Awak kapal dan Penumpang
  3. Pemilik Muatan dengan keselamatan Muatanya
  4. Asuransi dan bank dengan menetapkan besarnya Permi
Jelaskan fungsi dari sekat kedap air
Jawab

  1. Mengisolasi kebocoran agar tetap disatu ruangan
  2. Mengisolai Kebakaran Agar tetap disatu ruangan
  3. Membagi kapal dalam beberapa ruang
  4. Merupakan kekuatan melintang kapal setempat
Fungsi Dari Shell Expantion Plan
Jawab.
Shell expantion plan ialah Gambar denah plat kulit kapal yang berfungsing untuk menandai palat yang perlu diperbaiki sehingga mudah dicari.

Jelaskan maksud Sweage plant
Jawab.
Suatu instalasi merubah Kotoran manusia jadi suatu bahan yang tak mebuat pencemaran dilaut

Merkah kembangan adalah Membatasi Syarat Maksimum kapal demi keamanan agar kapl tersebut mempunyai daya apung cadangan yang cukup

Man hole atau lobang orang adalah sebuah lobang yang dilengkapi dalam tangki diatas kapal tempat keluar masuk orang.

Kegunaan Man hole :

  1. Untuk jalan keluar masuk kedalam tangki saat diperlukan
  2. Untuk lubang pemberian udara peranginan dan jumlah lubang setiap tangki 2 ditempatkan secara diagonal.
Bentuk Lubang Man hole

  1. Bentuk dengan diameter 22”
  2. bentuk lonjong dengan Sumbu – sumbu 18 “
Sebutkan 2 jenis konstruksi kapal dan jelaskan:

  1. Konstruksi Melintang adalah terlihat dari depan haluan atau belakang buiritan kapal
  2. Konstruksi Membujur adalah terlihat dari lambung kiri dan kanan kapal

Sebutkan Kegunaaan Pemasangan Gading – gading Dipakal?
Jawab.

  1. Bersama balok geladak dan wrang membentuk suatu bingkai kekuatan melintang kapal
  2. Tempat melekatnya lajur Plat kulit kapal Memberi bentuk pada lambung Kapal
Fungsi Dasar berganda
Jawab

  1. Merupakan kekuatan ganda atau tambahan membujur kapal pada bagian lunas
  2. Mengisolasi Kebocoran lunas
  3. Sebagai tangki penyimpanan bahan bakar
  4. Sebagai tangki Penyimpanan Air ballast.
Sebutkan 3 macam Wrang Serta penempatanya ?

  1. Wrang penuh
  2. Wrang kedap Air
  3. Wrang terbuka
  4. Ditempatkan dibagian lunas untuk kontruksi melintang.

Coferdam Adalah untuk Memisahkan Muatan depan dengan belakang.

Biro Klasifikasi Kapal :

1.Nippon Keiji kiukai (jepang)
2.American Bureau Of Shipping ( Amerika)
3.Bureau Veritas of Shipping (Perancis)
4.Biro Klasifikasi Indonesia(indonesia)
5.Lioyds register Of Shipping (Inggris).


GADING - GADING ( FRAMES )

Gading – gading dipasang untuk memperkuat konstruksi melintang kapal, menjaga agar tidak terjadi perubahan bentuk pada kulit kapal sekaligus sebagai tempat menempelnya kulit kapal .
Bentuk ( Profil ) gading – gading yang dipasang dengan cara pengelingan Ialah - Bentuk sudut Berbintul ( Bulb Angles )
Bentuk U ( Channel ) Bentuk ( Profil ) gading – gading yang dipasang dengan cara dilas
Ialah - Bentuk Bilah ( Flat Bars )
Bentuk Berbintul ( Bulb Bars )
Bentuk Siku Balik ( Inverted Angles )

Macam-macam gading yaitu:

  1. Gading nol yaitu gading yang sebidang denagn cagak kemudi
  2. Gading-gading cermin yaitu semua gading-gading di belakang gading nol
  3. Gading-gading simpul yaitu gading-gading sepanjang tabung poros baling-baling
  4. Gading-gading besar yaitu gading-gading yang ukuranya lebih besar di bandingkan gading-gading lainya

Frame/gading kegunaanya :

  1. Dengan wrang dan balok geladak membentuk bingkai yang merupakan kekuatan melintang utama
  2. Tempat melekatnya kulit kapal
  3. Memberi potongan bagin badan kapalFungsi sekat kedap air yaitu :

Mengisolasi apa bila terjadi kebaklaran agar terjadi hanya di satu ruangan
Membagi kapal dalam beberapa ruangan
Merupakan kekuatan melintang kapal setempat

Fungsi sekat berganda yaitu:

  1. Apabila kapal kandas mengalami kebocoran masih ada ruangan kedap air
  2. Sebagai muatan cair,air tawar,bahan bakar,ballast dan lain-lain
  3. Sebagai penyeimbang atau stabilitas pada kapal
  4. Menambah kekuatan melintang
  5. Fungsi Kulit kapal yaitu:
  6. Untuk membuat kapal agar kedap air
  7. Untuk menahan tegangan-tegangan membujur pada kapal baik yang berasal dari luar seperti angin,ombak,badai dsb.maupun dari dalam seperti muatan-muatan.

Keuntungan kapal yang sambungan plat pada lambungnya menggunakan keeling yaitu :

  1. Memperoleh sambungan yang agak kaku yang fungsinya untuk memperkecil getaran di bagian tertentu
  2. Tidak menambah berat
  3. Kekuatan dambungan cukup kuata antara 80%-90%
  4. Mempunyai permukaan sambungan yang rata
  5. Mudah memperoleh sambungan yang kedap air maupun minyak
  6. Dapat di lakukan di dalam air
  7. Tidak ramai atau bising saat mengerjakan
  8. Mudah dikerjakan di tempat yang sempit
  9. D.Kerugian yang sambungan plat pada lambungnya menggunakan keeling yaitu :
  10. Terlalu banyak tegangan di dalam material
  11. Dapat terjadi perubahan bentuk material dikarenakan banyaknya tegangan di dalam material tersebut
  12. Sulit menetapkan mutu pekerjaan las yang baik


Sekat kedap air di pasang di :

  1. Dengan kamar mesin di belakang 3 buah
  2. Dengan kamar mesin di tengah 4 buah
  3. Posisi sekat kesap air ditempatkan tepat di atas wrang penuh atau wrang kedap air
  4. Letak sekat kedap air di atas kapal
  5. Sekat cerut haluan /sekat tubrukan
  6. Sekat ceruk buritan
  7. Sekat kedap air di depan kamar mesin
  8. Sekat kedap air di belakang kamr mesinapabila di belakang kamar mesin masih ada ruang muatan


Kegunaan penataan lensa:

  1. Mencegah kerusakan muatan
  2. Sebagai keamanan pada kapal
  3. Membersihkan got kapal
  4. Kegunaan penataan ballast
  5. Memperbaiki keseimbangan kapal dengan mengisi tanki air ballast
  6. Memperbaiki trim dengan mengisi tanki air ballast kusus di bagian depan atau belakang

Perbedaan antara penataan lensa dan penataan ballast :

  1. Pompa lensa digerakan dengan enaga sendiri ,dengan tenaga mesin,atau dengan teaga manual
  2. Pompa ballast digerakan dengan tenaga sendiri saja dan lebih kuat
  3. Lemari pembagi pipa pada penataan lensa ada non return klepnya pada penataan ballast tidak ada
  4. Ujung pipa hisap pada penataan lensa memiliki kotak saringan
  5. Pada penataan ballast ujung pipanya berbentuk lebar dan tanpa kotak saringan
  6. Penataan lensa untuk keselamatan kapal sedangkan penataan ballast untuk memperbaiki keseimbangan kapal


Rose box adalah
suatu kotak yang berada di palka dan di kamar mesin yang berfungsi untuk mencegah kotoran/sampah yang ikut terhisap masuk kedalam pipa

Sheel expantion plan adalah sumber denah kuli kapal (bukan kulit) berguna untuk menandai plat yang perlu di perbaiki sehingga mudah di cari

Cara pemberian nomor pada kulit kapal yaitu dimulai dari plat pengapit lunas yaitu plat lajur sepanjang kiri kanan lunas datar sebagai lajur A.lajur-lajur lainya di tandai dari bawah ke atas pada tiap sisiA,B,cdst,kecuali I,pemberian nomornya secara berurutan dari belakang ke depan misalnya plat F kiri 6-110 s/d 118.

Apakah fungsi tabung poros baling-baling :

  1. Melindungi tail shaft agar tidak aus
  2. Menjaga agar tail shaft berputar pada tempatnya
  3. Menyediakan stim pelumas pada tail shaft

Jenis tabung poros baling-baling dengan system pelumadsan air laut dan system pelumasan minyak mengapa dilapisi dengan perunggu?

  1. Agar tail shaft aman dan awet
  2. Tidak diperlukan bronze liner untuk membungkus tail shaft
  3. Bagi kapal penumpang dan kapal barang .

gambar-gambar banguna kapal
























KONTRUKSI LINGGI BANGUNAN KAPAL

KONTRUKSI LINGGI BANGUNAN KAPAL




Linggi Haluan dan Linggi Buritan Konstruksi pada badan kapal diperlengkapi di depan dengan linggi haluan (stem) dan dibelakang dengan linggi buritan (stem post) yang merupakan ujung-ujung yang kokoh untuk suatu kapal.

Linggi haluan (stem)
Adapun beberapa bentuk linggi yang kita kenal yaitu:
Bentuk linggi clipper
Bentuk linggi ini sekarang kadang-kadang masih kita jumpai pada kapal-kapal dengan padle wheel atau pada yacht bermotor. Dulu bentuk linggi clipper ini banyak dipakai pada kapal-kapal uap dan kapal-kapal layar.

Bentuk linggi lurus
Bentuk linggi biasanya selau dipasang condong agak ke depan. Bentuk linggi semacam ini sekarang adalah paling sering dipakai. Sudut kemiringan/ kecondongannya adalah biasanya sekitar 13 terhadap garis tegak haluan (fore peak), tetapi kadang-kadang juga dibuat lebih besar untuk menambah kecepatan.




Bentuk linggi bulb (bulb stem)
Bentuk linggi ini adalah bahwa pada bagian bawah linggi berbentuk bulat (mengembung) yang disebut bulb. Bentuk linggi seperti ini banyak dipakai untuk kapal-kapal besar seperti misalnya kapal-kapal tangki yang besar (super tanker) kapal-kapal penumpang yang besar dan juga pada kapal-kapal perang. Untuk kapal-kapal kecil pemakaian linggi bulb ini kurang rfisien.

Adapun keuntungan dari linggi bulb ini ialah dapat memperkecil tahanan gelomabang, sehingga dengan bentuk linggi ini tahanan total dari kapal dapat berkurang dibandingkan kalau memakai bentuk linggi lain.

Konstruksi Linggi Haluan Ditinjau dari macam konstruksinya linggi haluan dibedakan antara linggi batang dan linggi pelat. Linggi batang umumnya dipakai pada konstruksi dengan sistim keling sedangkan linggi pelat dipakai pada konstruksi dengan sistim las. Linggi batang sekarang pada kapal-kapal baja hampir tidak pernah digunakan lagi. Linggi batang ini umumnya masih banyak dipakai pada konstruksi kapal-kapal kayu.

Sedangkan konstruksi linggi pelat dibuat dari pelat yang dilengkungkan dan diberi penegar pada tiap jarak tertentu. Penegar ini disebut lutut linggi haluan (breasthook) dan berbentuk sebuah pelat yang dipasang secara horisontal.